Popular Post

pemetaan konflik (conflict mapping)

By : Unknown
A. Pendahuluan
Konflik adalah suatu hubungan antara dua pihak atau lebih (baik individu maupun kelompok) yang memiliki, atau mereka mengira memiliki, tujuan-tujuan yang incompatible. (Chris Mitchell, 1981: chapter 1). Konflik akan muncul manakala para pihak itu mengejar tujuan-tujuan mereka yang incompatible tersebut. Ringkasnya, konflik yaitu pengejaran terhadap tujuan-tujuan sesungguhnya atau yang dipersepsikan yang incompatible dari individu-individu atau kelompok-kelompok yang berbeda.
Konflik adalah fenomena yang tak dapat dihindarkan (invitable phenomenon) dalam kehidupan manusia karena ia memang merupakan bagian yang inheren dari eksistensi manusia sendiri. Mulai dari tingkat mikro, interpersonal sampai pada tingkat kelompok, organisasi, komunitas dan negara, semua hubungan manusia – hubungan sosial, hubungan ekonomi, hubungan kekuasaan, dll- mengalami perkembangan, perubahan dan konflik. Konflik muncul dari ketidakseimbangan dalam hubungan-hubungan tersebut –misalnya ketidakseimbangan dalam status sosial, kekayaan dan akses terhadap sumber-sumber serta ketidakseimbangan dalam kekuasaan yang mengakibatkan munculnya berbagai problematika seperti diskriminasi, pengangguran, kemiskinan, penindasan dan kriminalitas. Setiap tingkat atau level berkaitan dengan tingkat-tingkat lainnya membentuk rantai kekuatan yang potensial baik untuk perubahan yang konstruktif maupun kekerasan yang destruktif. (Simon Fisher dkk., 2000: 4)
Dengan demikian, konflik merupakan suatu fenomena yang kompleks. Dalam realitasnya, konflik hampir selalu multi layer. Ia melibatkan dua atau lebih individu atau kelompok yang memiliki tujuan serta kepentingan yang incompatible satu sama lain. Di samping itu model komunikasi dan hubungan atau relasi di antara para pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam konflik itu juga variatif.
Terlepas dari itu semua, konflik tetaplah harus dihadapi dan ditangani serta diselesaikan oleh manusia, baik dalam posisinya sebagai pihak yang terlibat di dalamnya maupun sebagai pihak ketiga yang tidak terlibat tetapi berusaha untuk membantu pihak yang terlibat agar keluar dari jebakan konflik itu. Dalam usaha menangani konflik ini (apapun wujud strategi yang akan dipilih dan tindakan yang akan diambil) diperlukan langkah-langkah pendahuluan (initial stage) yang harus dilakukan sebelum penentuan strategi dan pengambilan tindakan yang berkait dengan konflik tersebut. Langkah awal tersebut dalam konteks mediasi dan resolusi konflik lazim disebut analisis konflik. Tentu saja dalam hal ini ada banyak metode dan alat analisis konflik yang dikenal tidak hanya oleh para teoritisi dalam disiplin Conflict Studies maupun para praktisi yang berkecimpung dalam praktek penaganan konflik. Metode-metode dan alat-alat analisis konflik yang dikenal di kalangan mereka antara lain metode tingkat konflik (stage of conflict), garis waktu (timelines), pemetaan konflik (conflict mapping), segitiga ABC (the ABC –Attitude, Behaviour, Context- triangle), model bawang (The Onion) atau donat (doughnut), pohon konflik (The conflict tree), analisis kekuatan lapangan (force-field analysis), pillars, dan alat analisis model piramid (The Piramid).
Tulisan ini akan memfokuskan pada penjelasan dan penggambaran salah satu metode dan alat analisis konflik yang disebutkan di atas, yaitu pemetaan konflik (conflict mapping).
B. Analisis Konflik
Sebelum penjelasan mengenai alat analisis konflik yang disebut pemetaan konflik (conflict mapping) secara detail, perlu terlebih dahulu penulis jelaskan tentang apa yang disebut analisis konflik, mengapa ia diperlukan dan apa fungsinya. Analisis konflik adalah proses praktis untuk menguji dan memahami realitas konflik dari perspektif yang beragam kemudian menjadi dasar pijakan dalam pengembangan strategi dan perencanaan aksi. (Simon Fisher dkk., 2000: 17)
Sebagaimana diterangkan dalam pendahuluan di atas, bahwa konflik merupakan fenomena sosial yang kompleks, maka setiap usaha untuk menanganinya membutuhkan langkah-langkah persiapan yang terencana secara baik dan cermat. Dalam konteks ini, setiap orang yang bekerja dan aktif dalam penaganan konflik haruslah berusaha untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai dinamika, hubungan dan issu-issu terkait dengan situasi (konflik) yang bisa membantu mereka untuk merencanakan strategi dan melakukan tindakan yang lebih baik. Langkah ini merupakan langkah penting dan strategis yang berada pada urutan pertama dalam proses penanganan konflik (apapun bentuknya). [1] Artinya bahwa keberhasilan pada langkah ini akan merupakan entry point untuk mencapai kesuksesan pada langkah selanjutnya, yakni penyusunan strategi dan pelaksanakan tindakan penanganan konflik secara tepat. Sebaliknya, kegagalan pada langkah ini, akan berakibat pada kegagalan langkah selanjutnya. Pemahaman yang keliru terhadap suatu konflik, akan berakibat pada penyusunan strategi dan pengambilan tindakan dalam penaganan konflik yang kurang atau bahkan tidak tepat sasaran. Akibatnya bisa fatal, bukannya konflik itu tertangani tetapi justru malah makin membesar. Dengan menggunakan analogi dunia medis, diagnosa yang benar akan menentukan terapi atau prognosa yang tepat sasaran.
Adapun kegunaan dan manfaat dari analisis konflik itu ada beberapa macam. (Fisher dkk., 2000: 17). Pertama, analisis konflik akan memberikan pemahaman latar belakang dan sejarah situasi konflik dan peristiwa (konflik) terkini. Manfaat ini menjadi penting karena adanya postulat bahwa konflik itu bukan fenomena instant, sesuatu yang tiba-tiba muncul tanpa sebab-sebab dialektis yang menyejarah. Ia merupakan proses panjang dalam konteks hubungan antara para pihak yang terlibat di dalamnya. Semakin panjang hubungan antara konflik dengan proses historis yang melatarinya, maka semakin tinggi kompleksitas konflik tersebut. Dengan demikian, peristiwa (konflik) yang tampak pada masa kini (aktual) hakekatnya adalah salah satu penggalan dari rentetan penggalan potret konflik yang telah pernah ada dan akan terus berubah sampai ia tertangani.
Kedua, analisis konflik itu berguna untuk mengidentifikasi semua kelompok atau pihak relevan yang terlibat dalam konflik, tidak hanya pihak yang utama atau yang jelas yang terlibat konflik. Semakin banyak pihak (baik individu maupun kelompok) yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam suatu konflik, maka semakin kompleks suatu konflik untuk ditangani. Ini dapat dipahami dari sudut p0andang bahwa masing-masing dari para pihak tersebut memiliki jenis dan bobot kepentingan serta tujuan yang berbeda (incompatible). Disamping itu, keterlibatan para pihak (terutama yang tidak langsung) dalam suatu konflik tidak dengan serta merta dapat diamati secara langsung oleh pihak ketiga yang berada di luar konflik yang berusaha untuk membantu menangani konflik. Bisa jadi dalam suatu konflik, ada pihak yang berada jauh dari lokus konflik, tetapi sesungguhnya memiliki peran dan target serta tujuan yang kuat dalam konflik itu. Dan begitu pula sebaliknya, ada pihak yang berada di pusat konflik, namun sesungguhnya ia hanya memiliki peran kecil di dalamnya. Melalui analisis konflik, pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik dan perannya dalam konflik bahkan potensinya dalam penanganan konflik tersebut dapat diketahui.
Ketiga, analisis konflik juga penting untuk memberikan pemahaman perspektif dari semua kelompok atau pihak tersebut (dalam poin kedua di atas) dan untuk mengetahui lebih luas tentang bagaimana relasi mereka satu sama lain. Adalah hal yang lumrah bahwa masing-masing pihak yang terlibat dalam konflik memiliki pandangan terhadap konflik yang didadapinya dari perspektif dirinya sendiri yang tentu saja berbeda dengan dari perspektif pihak lainnya.[2] Konsekuensinya, bagi pihak ketiga yang bermaksud membantu mereka menangani konflik tersebut memerlukan pemahaman terhadap konflik dari perspektif pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut. Pemahaman yang multi perspektif ini akan sangat membantu dalam usaha perumusan strategi dan pengambilan tindakan guna penganaganan konflik itu. Disamping itu, banyaknya pihak yang terlibat dalam konflik juga akan mempengaruh kompleksitas konflik. Dan melalui analisis dengan alat atau metode yang tepat, relasi atau hubungan antara para pihak yang terlibat dalam konflik tersebut dapat diketahui. Pemahaman atas bagaimana keterkaitan dan hubungan atau relasi satu atau para pihak dengan pihak lain yang membentuk jaringan kompleks, maka pembacaan terhadap konflik akan semakin mudah sehingga memudahkan pula proses penanganannya.
Keempat, analisis konflik berfungsi juga untuk mengidentifikasi faktor-faktor dan trend-trend yang menopang konflik itu. Fungsi ini juga sangat penting mengingat bahwa sesungguhnya konflik itu pada umumnya multi layer, baik dari segi pihak yang terlibat, penyebabnya, maupun faktor-faktor yang mengitarinya. Dari segi faktornya, maka ada beberapa istilah untuk mengklasifikasikan hal-hal yang ada di sekitar konflik seperti pemicu konflik (trigger), faktor sangat penting atau akar penyebab konflik (pivotal factor or root causes), issu-issu yang dapat menggerakkan suatu kelompok untuk melakukan tindakan kekarasan (mobilizing factor), dan (aggravating factors). (Bart Klem, 2007:1) Identifikasi dan klasifikasi faktor-faktor konflik[3] tersebut akan membantu praktisi yang menangani konflik untuk mendudukkan secara jelas mana faktor yang sangat penting dan mana faktor yang penting, kurang penting atau bahkan tidak relevan dengan konflik. Dengan demikian, strategi dan tindakan yang dipilih dalam penanganan konflik akan efektif dan efesien.
Terakhir, analisis konflik juga berguna untuk belajar dari kegagalan dan juga kesuksesan. Konflik analisis bukanlah merupakan sesuatu yang sekali pakai selesai. Darinya, para praktisi yang menangani konflik dapat banyak belajar, baik yang berupa kesuksesan maupun kegagalan. Sikap ini akan melahirkan kehati-hatian dalam proses penangan konflik dan menjauhkan diri dari sikap gegabah dalam memandang dan memahami konflik. Disamping itu, kecondongan para praktisi untuk menyederhanakan (simplifiying) masalah (konflik) yang ditangananinya dapat diminimalisir atau bahkan dihindarkan.
C. Pemetaan Konflik
Pemetaan konflik merupakan salah satu teknik dari sederetan teknik dan alat, sebagaimana telah disebutkan dalam pendahuluan, yang sangat membantu dalam menganalisa dan memecahkan konflik. Perlu diketahui bahwa masing-masing alat analisis itu memiliki ketepatan angle bidikan yang berbeda antara satu dengan yang lain dalam menerangkan atau memotet suatu konflik. Melalui pemetaan konflik maka dapat diketahui secara lebih mudah dan akurat hal-hal sebagai berikut :
1.       Identitas para pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam konflik
2.     Jenis relasi para pihak yang terlibat dalam konflik
3.     Berbagai kepentingan yang terlibat dalam konflik
4.     Berbagai isu yang terlibat dalam konflik
5.     Pihak yang dapat didorong dalam melakukan resolusi konflik
Pemetaan adalah suatu teknik yang dipakai untuk merepresentasikan konflik dalam bentuk gambar (grafis) dengan menempatkan para pihak yang terlibat dalam konflik baik dalam hubungannya dengan masalah maupun antar para pihak sendiri. Ketika orang dengan titik pandang yang berbeda memetakan situasi mereka bersama-sama, mereka belajar tentang pengalaman dan persepsi orang lain. Melalui teknik ini, konflik yang sudah dinarasikan tetapi masih sangat abstrak gambarannya dapat dengan mudah untuk diketahui dan dibaca. Teknik ini merupakan peminjaman dari teknik dalam membaca serta memahami suatu wilayah yang sangat luas dan kompleks dengan melalui gambar peta wilayah.
Adapun pemetaan konflik itu memiliki beberapa tujuan. Pertama, yaitu untuk memahami situasi konflik secara lebih baik. Dengan menghadirkan hal-hal yang terkait dengan konflik -seperti para pihak yang terlibat dalam konflik (baik pihak utama maupun pihak di lingkar berikutnya (termasuk pihak ketiga yang berusaha menangani konflik), bagaimana relasi antara para pihak tersebut, apa yang menjadi issu yang dikonflikkan, mana atau siapa dari para pihak itu yang memiliki potensi lebih besar untuk menyelesaikan konflik, dll.- dalam bentuk simbol misalnya garis lurus, garis lurus tebal, garis bergelombang, tanda panah, gambar empat persegi panjang, atau simbol lainnya maka gambaran dan pemahaman tentang konflik akan mudah ditangkap.
Kedua, yaitu untuk melihat dengan lebih jelas hubungan antara para pihak yang terlibat atau terkait, baik langsung maupun tidak langsung dalam konflik, bahkan di mana posisi kita (pihak ketiga) yang berusaha untuk melakukan mediasi berada, dll. Karena keadaan dan sifat hubungan antara para pihak yang terlibat dalam konflik itu beragam, maka pembacaan terhadap hubungan tersebut melalui visualisasi simbol akan mudah ditangkap dan diingat dibandingkan bila hanya diterangkan secara naratif. Di samping itu, sejalan dengan sifat konflik yang selalu bergerak atau berubah (dynamic and changing), maka peta hubungan yang direpresentasikan dalam simbol tertentu (sesuai dengan keterangan tentang seluruh simbol yang dipakai dalam peta konflik yang dibuat) akan dengan mudah diganti atau disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan aktual yang terjadi pada konflik. Bagaimana perkembangan dan perubahan konflik yang terjadi di lapangan dapat diikuti dengan mudah oleh pihak ketiga yang menangani konflik. Dengan demikian kondisi terkini (up to date) dari konflik selalu berada dalam pengamatannnya.
Ketiga, yaitu untuk mengklarifikasi dimana kekuatan (utama) itu terletak. Maksudnya, dengan terpetakannya para pihak dan hubungan antara mereka dalam peta konflik, maka secara mudah pula diketahui kekuatan masing-masing pihak di dalam mempengaruhi (baik positif maupun negatif) terhadap keadaan dan perkembangan konflik.
Keempat, yaitu untuk mengecek sendiri keseimbangan aktifitas atau kontak seseorang. Melalui peta konflik yang menghadirkan juga bagaimana hubungan antara para pihak yang terlibat dalam konflik, maka frekuensi dan intensitas komunikasi dan aktivitas antar para pihak (termasuk pihak ketiga yang menangani konflik) dapat dipantau. Hal ini akan membantu juga bagi pihak ketiga untuk menemukan celah dan jalur yang dapat dilalui dan digunakan secara tepat untuk memaksimalkan usaha pengambilan tindakan dalam penangan konflik dari sudut lalu lintas hubungan antar para pihak yang berkonflik tersebut.
Kelima, yaitu untuk melihat dimana sekutu atau aliansi atau sekutu potensial berada. Tergambarkannya bagaimana sifat dan keadaan hubungan antar para pihak yang terlibat dalam konflik, secara otomatis akan mempermudah pemetakan para pihak dalam kelompok-kelompok atau kategori-kategori tertentu, misalnya mana sekutu dan mana lawan dari para pihak yang terlibat dalam konflik. Penemuan mana sekutu dan mana ”lawan” dalam konteks ini, akan memudahkan kerja praktisi yang yang menangani konflik untuk ”memanfaatkan” mereka dalam penanganan konflik sesuai dengan kedudukan dan potensinya masing-masing dalam hubungan antar mereka.
Keenam, yaitu untuk mengidentifikasi pembukaan untuk intervensi atau pengambilan tindakan. Kapan waktu untuk melakukan intervensi dan darimana intervensi itu dilakukan juga akan dapat diketahui dengan lebih simple melaui peta konflik ini. Sebagaimana yang dipraktekkan dalam dunia militer, penentuan strategi dan serangan terhadap posisi musuh berikut dengan segala antisipasi akan respon musuh dapat dirancang dengan mudah melalui visualisasi dalam gambar peta.
Terakhir, yaitu untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan. Segala hal yang telah dilakukan oleh pihak yang menangani konflik menyangkut konflik yang ditanganinya juga akan terpantau lewat simbol yang diberikan dalam peta konflik. Dengan demikian evaluasinya juga dapat dilakukan dengan tepat.
Sedangkan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan mapping conflict ini ada dua kemungkinan. Pertama, ia dapat digunakan pada awal proses bebarengan dengan alat-alat analisis konflik lainnya. Di sini, pemetaan konflik dan alat-alat analisis lainnya akan berfungsi secara kombinatif. Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya, bahwa masing-masing alat analisis tersebut memiliki angle tertentu untuk menangkap realitas konflik yang tidak dimiliki oleh alat lainnya. Perpaduan dari beberapa alat analisis termasuk mapping conflict akan membantu memberikan analisis yang lebih memadai terhadap konflik yang dianalisis.
Kedua, mapping conflict dapat digunakan pula pada waktu kemudian, yakni untuk mengidentifikasi entry point yang mungkin untuk suatu tindakan atau untuk membantu proses pembangunan strategi (strategy building).
Bagaimana cara membuat peta situasi konflik? Untuk membuat peta konflik yang baik, maka ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yaitu:
Tentukan apa konflik yang mau dipetakan, kapan dan dari sudut pandang apa. Pilihlah momen khusus dalam suatu situasi khusus. Jika seseorang hendak memetakan seluruh konflik politik regional secara detail, hasilnya mungkin sangat menyita waktu, sangat luas dan sangat kompleks sehingga peta konflik itu tidak banyak bermanfaat. Sering lebih bermanfaat untuk membuat beberapa peta mengenai situasi yang sama dari berbagai titik pandang dan bagaimana berbagai pihak yang terlibat dalam konflik mempersepsinya. Ringkasnya, lakukanlah pemetaan terhadap sudut pandang, momen dari konflik yang memang feasible.
Jangan lupa menempatkan diri anda dan lembaga atau organisasi dimana anda berkiprah dalam penanganan konflik dalam peta konflik yang anda buat. Tujuannya yaitu untuk mengingatkan bahwa anda dan organisasi anda adalah bagian dari situasi, bukan di atasnya.
Pemetaan itu bersifat dinamis. Ini merefleksikan titik tertentu mengenai mengenai situasi yang berubah dan titik menuju aksi. Tawarkan kemungkinan-kemungkinan baru, apa yang bisa dilakukan? Siapa yang piawai melakukannya? Kapan waktu yang tepat untuk melakukannya? Apa yang harus dipersiapkan sebelumnya? Struktur seperti apa yang perlu dikembangkan ke depan?
Penting juga dipertanyakan, apa yang menjadi objek konflik dari para pihak?
Dalam prakteknya, pembuatan peta konflik hendaknya mengikutsetakan dan menghadirkan di dalamnya (1) peta gambar (geographical maps) yang menunjukkan wilayah-wilayah dan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik; (2) gambar masalah yang diperselisihkan (mapping of issue); (3) mapping kekuatan (mapping of power alignment) yang menggambarkan peta kekuatan para pihak.; (4) mapping kebutuhan dan ketakutan (mapping of needs and fears), yaitu menggambarkan apa yang diinginkan dan dihindari oleh para pihak. (Fisher and Co., 2000:23).
D. Contoh Pemetaan Konflik (Mapping Conflict)
Untuk mendapatkan gambaran riil tentang bagaimana bentuk pemetaan konflik yang sudah jadi, maka berikut ini penulis tujukkan satu contohnya.
Gambar 1: Peta (dasar) Konflik.
                                       (Fisher and Co., 2000:23)                                 Gambar atau peta di atas menunjukkan bagaimana peta konflik secara dasar akan tampak. Beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan adalah:
1.       Siapa pihak utama yang terlibat dalam konflik?
2.     Adakah pihak lain yang terlibat atau berhubungan dengan konflik, termasuk kelompok atau orang luar?
3.     Bagaimana hubungan pihak-pihak tersebut, dan bagaimana hal itu dihadirkan dalam peta? (aliansi, hubungan baik, hubungan tidak baik atau konfrontasi)?
GAMBAR 2: Peta Konflik dalam suatu keluarga
(Fisher and Co., 2000:24)
Gambar di atas menunjukkan konflik dalam suatu keluarga dimana konflik utamanya adalah antara ayah dan anak perempuannya tentang apakah pernikahan yang sudah ditentukan akan diteruskan atau tidak. Garis-garis beragam dalam gambar dipakai untuk merepresentasikan hubungan yang kuat antara nenek dengan anak perempuan, hubungan yang rusak ibu dan bapak, dan bagaimana dua saudara terpecah dalam hal siapa yang mereka dukung dalam konflik tersebut walaupun dalam faktanya mereka memiliki ikatan persaudaraan. Contoh ini menunjukkan bagaimana teknik pemetaan dapat disesuaikan dengan situasi konflik secara tepat.
---oo0oo---
REFERENCE
Bart Klem, Hand-outTerminology, Wageningen, 2007.
Chris Mitchell, The Structure of International Conflict, Mac Millan, London, 1981.
Georg Frerks and Bart Klem, Dealing With Diversity,Sri Lankan Discourse on Peace and Conflict,The Hague, 2005.
Paul van Tongeren, and Co. (Editors), People Building Peace II, Successful Stories of Civil Society, Lynne Rienner Publishers, London, 2005.
Simon Fischer and Co., Working With Conflict, Skills and Strategies for Action, London-New York, 2000.
[1] Ada bernmacam-macam cara yang berkait dengan penanganan konflik yang dikenal dalam disiplin Conflict Studies yaitu pencegahan konflik (conflict prevention), manajemen konflik (conflict management), resolusi konflik (conflict resolution), penyelesaian konflik (conflict settlement), transformasi konflik (conflict transformation), peringatan dini dan tindakan dini (early warning and early action), mediasi konflik (conflict mediation), pembangunan perdamaian (peace-building), penegakan perdamaian (peace enforcement).
[2] Dalam disiplin Conflict Studies dikenal pula analisis wacana (discourse analysis). (Georg Frerk and bart Klem:2005).
[3] Faktor-faktor ini memiliki signifikansi yang berbeda terhadap konflik. Trigger adalah peristiwa-peristiwa yang memicu sebuah konflik, akan tetapi tidak penting dan tidak memadai untuk menjelaskan konflik itu. Sedangkan pivotal factors atau root causes terletak pada akar atau jantung konflik dan perlu mendapat perhatian yang besar untuk memecahkan konflik secara permanen. Adapun mobilizing factor yaitu issu-issu yang menggerakkan individu atau kelompoh untuk melakukan tindakan kekerasan. Dan aggravating factors peristiwa-peristiwa atau issu-issu yang menambah bobot mobilizing factors atau root factors, akan tetapi tidak cukup dengan sendirinya untuk menyebabkan dan menimbulkan konflik. (Klem, 2007:1).

Story About Love Story

By : Unknown

PROLOG
Ini adalah kisah pertemuan antara seorang pemuda dan seorang gadis. Pemuda itu bernama Thomas Mccartney seorang pelukis yang selalu menjajakan lukisannya di sekitar taman, meyakini bahwa kehidupan dan cinta akan selalu berakhir bahagia tergantung dengan bagaimana ia berkorban demi akhir yang bahagia itu. Si gadis bernama Olivia Alexander seorang gadis yang tumbuh dari salah satu sperma lelaki hidung belang yang telah tidur bersama ibunya dan berhasil masuk kedalam sel telur ibunya, ia memiliki keyakinan bahwa semua lelaki yang ia temui dan mendekatinya hanya menginginkan seks dan setelah itu dengan mudah ia akan meninggalkannya, hingga saat ini ia hanya dapat mempercayai dirinya sendiri dan ibunya yang telah mendidiknya untuk membantu bekerja di bar tempat ibunya bekerja.
Thomas bertemu Olivia tanggal 1 January 2011 tepat pukul 12 am, saat Oliva memandang cahaya kembang api yang menghiasi langit malam itu, satu hal yang membuat Thomas meyakini sesuatu keajaiban telah terjadi pada dirinya bahwa apa yang ia pikirkan dalam lukisan favoritnya telah terjadi dalam kehidupannya. Thomas memandang Olivia yang sedang berada di balkon sebuah rumah yang sudah termakan usia dan memperhatikan sepasang mata indah Olivia yang kagum memandang kembang api, gaun putih yang dikenakan Olivia yang berpadu dengan cahaya kembang api membuat Thomas berpikir bahwa Olivia terlihat layaknya seorang yang akan menemani kehidupannya yang suram dan membosankan.
Ini adalah pertemuan seorang pemuda dan seorang gadis, dan ketahuilah bahwa ini bukanlah sebuah cinta yang mudah. 
BAB I
Malam, 14 Februari 2012
Thomas bergegas berjalan menuju stasiun kereta api setelah mendapatkan sebuah surat dari Olivia yang terselip di depan pintu rumahnya, Thomas terlihat begitu emosional karena ia begitu merindukan sosok Olivia saat ini. Di stasiun Thomas menebarkan pandangan matanya keseluruh pengunjung stasiun dan akhirnya ia mendapatkan sosok Olivia yang begitu ia rindukan saat ini.
“Olivia“ Thomas segera menghampiri Olivia, wajahnya terlihat begitu bahagia baginya sesuatu yang paling membahagiakan dalam hidupnya adalah suatu hal dimana ia dapat melihat Olivia. Dengan lembut Thomas memeluk Olivia dan kelembutan Thomas membuat Olivia mengetahui bahwa yang memeluknya saat ini adalah Thomas, seorang lelaki yang ia ketahui sangat mencintai dirinya setulus hati.
“Maafkan aku Oli jika kau telah menungguku lama. Sungguh bahagia dapat melihatmu lagi disini.”
Olivia tersenyum, senyuman yang membuat Thomas mengerti bahwa Olivia baik-baik saja.
“Aku sungguh merindukanmu Thom.” Olivia mengambil sebuah kotak dari dalam tasnya dan memberikannya pada Thomas. “Untukmu, selamat hari valentine.” Olivia meletakan kotak itu di tangan kiri Thomas dan mencium Thomas untuk yang pertama kalinya ia lakukan pada Thomas, tindakan yang pada saat itu mampu membuat tubuh Thomas gemetar.
“Aku ingin menginap di tempatmu.” 
“Kau ingin menginap di tempatku ? Uhm … kapan ?” Thomas terlihat berbinar saat  mendengar keinginan Olivia.
“Malam ini” Olivia tersenyum menatap Thomas yang terlihat berbinar. “Apa ada tempat untukku, Mr. Mccartney ?” Olivia tersenyum nakal sambil mengenggam tangan Thomas erat.
“Oh my God, selalu ada tempat untukmu.” Thomas mencium pipi Olivia dan menatap kereta yang kini mulai terlihat kosong. “Ingin berjalan-jalan dulu sebelum pulang?.”
“Tentu, dengan senang hati.” Olivia menyelempangkan tasnya dan berdiri kemudian berjalan bersama Thomas keluar stasiun.
Thomas dan Olivia berjalan menuju penjual minuman dan beberapa makanan murah di sekitar stasiun dan kemudian melanjutkan perjalanan ke sebuah apartemen kecil milik Thomas. Olivia menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba dan menarik tangan Thomas menuju tepi jembatan yang memancarkan pantulan lampu kota.
“Kau menyukai tempat ini?”
“Ya, pantulan lampu membuatnya terlihat begitu cantik.” Thomas merapatkan tubuhnya ke Olivia dan Olivia memeluk pinggang Thomas. “Oli, aku belum tau isi kotak ini, boleh aku membukanya ?.”
Olivia tertawa mendengar perkataan Thomas kemudian mengambil bungkusan makanan di tangan Thomas. “ Kau terlihat licu Thom, kado itu untukmu. Buka saja jika kau ingin melihat isinya.” 
Thomas tersenyum melihat Olivia tertawa seperti sekarang ini dan kemudian membuka kotak pemberian Olivia dan menemukan sebuah dua lembar tiket.
“Tiket pameran lukisan, untuk apa ?”
“Hey Thom, kau seorang pelukis yang hebat ini kesempatan untuk menilai dan mempelajari lukisan-lukisan dari para pelukis hebat. Apa kau tidak menyukainya ?” 
“Yah tentu aku menyukainya, namun sesuatu yang paling aku sukai adalah di saat aku dapat terus melihat senyummu” Thomas memeluk Olivia erat, ia terlihat senang dengan pemberian Olivia. “Uhm, ada dua tiket. Maukah kau pergi bersamaku ?.” Thomas membungkukan sedikit badannya kearah Olivia, berlagak seperti seorang pria yang mengajak seorang bangsawan wanita untuk berdansa.
“Ofcourse.” Olivia menyambut uluran tangan Thomas dan meletakan kantung makanan yang mereka beli di trotoar, kemudian berdansa bersama.
“Tak ku sangka seorang sepertimu dapat berdansa.”
“Masih banyak hal yang masih belum kau ketahui Miss Alexander.” Thomas melepaskan pelukannya dan kembali mengambil kantung makanan yang diletakkan Olivia kemudian kembali melanjutkan perjalanan menuju apartemennya bersama Olivia yang berada di sisinya. 
Apartemen, 2am
Thomas memandang punggung Olivia yang kini telah terbaring di kasur tidurnya, dengan perlahan Thomas merapatkan tubuhnya ke tubuh Olivia.
“Oli, apa kau baik-baik saja ?” Thomas menyadari bahwa Olivia masih terjaga dan sedikit terisak. “Aku sungguh minta maaf jika tadi aku melukaimu.” Thomas mengusap rambut Oliver dan mengecupnya, ia ingin tindakan ini dapat membuat Olivia merasa nyaman berada dipelukannya.
“Maaf Thomas karena ini adalah malam dan hari terakhir kita bersama.” Olivia membalikan tubuhnya menghadap Thomas. “Kehidupan kita tidak akan pernah bisa menyatu. I’m so sorry.” Olivia mengecup bibir Thomas dan bangkit untuk mengenakan pakaiannya kembali dan pergi meninggalkan Thomas yang masih tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.
“Oli” Thomas memanggil namun terlambat Oliver terlebih dahulu menutup pintu apartemennya dan pergi.
Thomas berlari mengejar langkah Olivia yang sudah terlihat lumayan jauh, dinginnya malam membuat kaki Thomas yang telanjang terasa membeku.
“Olivia…“ Thomas berhasil mendekati Olivia dan langsung memeluknya erat seperti tidak ingin membiarkan Olivia pergi.
“Maafkan aku Thom, tapi aku bukanlah wanita yang pantas untuk kau cintai. Diriku terlihat begitu murah, aku … aku pelacur Thom” Olivia menangis di pelukan Thomas. Hatinya terasa begitu sakit karena akhirnya ia hanya bisa memikirkan Thomas, ia telah mencintai Thomas tanpa syarat apapun dan memberikan segalanya untuk Thomas.
“Apa yang membuat kau berfikir seperti itu Oli ? Aku mencintaimu kau begitu berharga. Aku tidak peduli siapa kamu, dimana kamu tinggal dan apa profesimu.” Thomas menatap mata Olivia begitu dalam, kemudian menghapus air mata Olivia dengan kedua ibu jarinya. “Percayalah Oli, aku sungguh mencintaimu.” 
“Sesuatu yang paling aku takutkan adalah untuk kehilangan kamu namun untuk membuatmu terluka itu sungguh menakutkan buatku Thom” Olivia memeluk tubuh tegap Thomas, “Im so sorry honey.” Olivia mengecup kening Thomas dan pergi.
7 Januari 2011
Thomas kembali melewati rumah tua itu dimana disinilah ia melihat Olivia, seorang gadis yang bahkan belum ia ketahui namanya. Thomas duduk di seberang jalan mengeluarkan kanvas, kuas dan cat warnanya, hari ini ia berniat untuk melukis wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
“Hi, sedang mencari siapa ?” suara seorang wanita terdengar tepat samping Thomas.
“Oh shit, shit !” Thomas terkejut dan menumpahkan cat air ke gambar-gambar yang ia buat secara diam-diam, suara wanita itu mengejutkannya sehingga membuat wanita tersebut tertawa melihat tingkah Thomas.
“Santai saja tuan, saya bukan orang jahat dan saya bisa menjadi lebih manis terutama jika anda dapat membantu saya juga” wanita itu tersenyum dan tiba-tiba matanya terarah kesebuah lukisan Thomas. “Hi, kau seorang pelukis ? Hmm ... Tempat ini tidak cocok untuk memamerkan lukisan, aku pikir anda tersesat apakah anda orang baru disini ?” wanita melirik arlojinya dan terlihat tiba-tiba terlihat panik. “Aduh saya terlambat, sampai jumpa lagi tuan seniman.”
“Tunggu, aku Thomas suatu kehormatan bisa mengetahui namamu nona”  Thomas mengulurkan tangannya, wanita itu hanya tersenyum tanpa menyambut uluran tangan Thomas.
“Nanti jika kita bertemu lagi akan ku beri tahu siapa namaku, nice to meet you” wanita itu pergi menuju rumah tua yang ada di seberang jalan.



Berau Regency

By : Unknown
Hi, do u know about Berau Regency ? well maybe not all peoples know about Berau Regency, so today i wanna share with u what is Berau Regency and where is Berau Regency.
Ok, Berau Regency is one of six regencies in East Kalimantan or some peoples called East Borneo and then before we talk about Berau Regency i need to tell u that East Kalimantan is a province of Indonesia. Lol i think now u know where is Indonesia.
Come back to topic, if u have plan or idea to visit Indonesia i guess you can try to spend your holiday in Berau Regency. Why i told you lika that ? well i will tell u right now.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtGuQD6LqfN0CdDotR3pdTx-kZaobNg1g1gFq92zPlOdpSbfNdQlY1whWebr0Uhwmov36K4vRWeCjm2xR8C1n9w-6QVSiXulg1os8MevNLvb7CEVlnF1wYcweNXilRVhgWPgCT1CWW_0c/s1600/derawan_map.jpg look this is map of Berau Regency, nahh the beautifull place in Berau are Derawan Island, Kakaban Island, Sangalaki Island and Maratua Island. Let me tell you one by one.
http://www.indonesia-tourism.com/east-kalimantan/images/derawan_island_.jpg
Look at this, may be u can find this place in some place of Indonesia like Bali which Bali so famous with their beach, their cultural and hmmm their club, but if u wanna feel how is the nautical tourism u need to visit the sea turtles conservation areas and you will see stunning beauty of the waters.
How to go to Derawan Island ?
If you are from Jakarta or another place except Kalimantan, you can take flight from Jakarta to Balikpapan then you take flight again from Balikpapan to Berau. Airlines that serve flights Balikpapan-Berau are Sriwijaya Air, Wings Air, Kalstar and Garuda Indonesia, and then in Tanjung Redeb you can take travel car to go to Tanjung Batu and Speedboat to go to Derawan Island.
Where you will stay There ?
So many choice to stay in Derwan Island, you can find resort, inn, homestay and cottages from minimum price around 150,000 Rupiah until million Rupiah this is depend your budget :p.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOZiSijNrjNR8Yc0Yp6XN-_Sb1OCmCX0Vj9AUWQi5EDWwPIMVBJixo8NAoQPXRR6umh6uoIQ9N7V8J8FUO4HQcchD3zbSYZDW0IM_oaq9w4K3ANaeMWxBh_Uz8rW23_0kL5zI4jwSu7Of9/s400/DSC06388.JPG this is cottage that were built on the sea, its beautiful right.

What you will do in Derawan island ?
In Derawan Island of course we will travel under water and sea, there are some islands that can be visited in Derawan they are Maratua, Kakaban, Sangalaki, Nabucco, Bakungan and Derawan Islaand.
When you visit Kakaban you can swim with jellyfish dont be scare because this jellyfish will not make you dead and there is you will see coral reefs.


Image result for ubur-ubur di berau
Picture of Kakaban Jellyfish

Picture of Maratua from under water ^^ 

And one of my favorite place which i really want to make it as my holiday agenda in Berau this is Labuan Cermin. Labuan Cermin is a unique lake are has two types of water are fresh and salted and also in Labuan Cermin you will see view of the water with three shades are dark blue, light blue, white and green are very clear and shiny like a mirror and we can reflect on it. Bottom of the lake which has a depth of more than 3 m this we can see clearly the various biota in the free-swimming lake. Labuan Cermin located in the village Biduk-biduk, Berau Regency.
 

  Water Lake of Labuan Cermin

  Biota in Labuan Cermin lake

  The scenery to the area attractions

This is nice right ? well i guess if you wanna holiday or maybe honeymoon you can take Berau as your trip because there is still look so natural you can feel so calm with local people.

Ok i hope you are enjoy and see you on my next post.  

Mahakam River Banks from Samarinda city East Borneo

By : Unknown
Hi everyone ! ^^ today i wanna share with u how is Mahakam river from Samarinda East Kalimantan Indonesia.







https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkPLmd_w8S5tglokZXUD8Xu8ex9jnsmDEchIkN0sP0_fic-7wcSarBnx-mnX711_agUCnfq0uSdqOsJsgJmmJZGQKJ4G5WI7NDKdV3eD-MsX_-BI-HZ7wsW-aOOI_Vxx9-XN7h00mzNZU/s640/PANORAMA+SORE+DI+TEPIAN+MAHAKAM.jpg   This is Mahakam river at nightfall.


Mahakam river banks is one of favorite place of Samarinda, which so many people come just for sitting to see sunset or when you come at evening you will see Mahakam river more beautyful with lamps from Masjid Islamic Centre.

Photo from Kompasiana.com


This is beautyfull right ? usually we like to come there at nightfall and we do maghrib in Masjid Islamic Centre after we will come back to Mahakam river banks and eat meat balls while watch Mahakam river with calm water with light from lamps from Masjid Islamic Centre.

Ok, so just like that i wanna share with next time i will share you again about East Borneo.
By : Unknown
Mencintaimu Lebih Dari Cinta
By. Rahmi Agustina 

Tahukah kamu, seberapa berartinya dirimu
Bersamamu aku bisa merangkul bintang
Bersamamu aku bisa melihat mentari di kala malam
Hanya kau yang bisa menyenandungkan irama nafasku
Hanya kau yang bisa menyejukan hati ini

Dengan melihatmu aku merasa hidupku sempurna
Mata itu membuka mataku untuk tetap ada di dunia ini
Suara itu memperkerjakan pikiran ini untuk terus mengingatmu
Senyummu satu hal yang paling penting dalam hidupku
Yang akan selalu menenangkan hidupku

Dalam setiap nafas yang ku hembuskan
Hanya kamulah yang ku cintai
Kamulah hidupku, harapanku dan matiku
Kamulah simponi cinta yang selalu ku senandungkan di relung hati ini

Begitu besar cintaku untukmu
Hingga aku tak mampu untuk merangkainya dengan kata-kata
Tidak mampu bagiku untuk menenggelamkan perasaan ini
Aku mencintaimu bahkan lebih dari kata cinta itu sendiri.


For someone who i love so much.

- Copyright © Welcome to My World - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -